Memulai usaha fashion itu seru, tapi juga penuh istilah teknis yang mungkin terdengar asing di telinga pemula. Memahami istilah dasar tentang kain sangat penting agar kamu bisa berkomunikasi dengan supplier, menentukan kualitas produk, dan membuat keputusan produksi yang tepat. Nah, supaya kamu tidak kebingungan saat belanja bahan, berikut beberapa istilah kain yang wajib kamu ketahui sebelum memulai usaha di dunia fashion!
1. GSM (Gram per Square Meter)
GSM adalah ukuran ketebalan kain. Semakin tinggi angka GSM, semakin tebal dan berat kain tersebut. Contoh:
- Cotton Combed 30s biasanya GSM-nya lebih ringan
- Cotton Combed 20s cenderung lebih tebal
Memahami GSM akan membantu kamu menentukan karakter kaos: mau yang ringan, sedang, atau tebal.
2. S (20s, 24s, 30s, 40s) – Ukuran Benang
Huruf “s” adalah kode ukuran benang yang digunakan untuk membuat kain.
- Angka kecil (20s) → benang lebih tebal
- Angka besar (30s, 40s) → benang lebih halus dan lebih ringan
Istilah ini paling sering muncul saat memilih bahan kaos.
3. Lebar Kain (Width)
Lebar kain biasanya ditulis dalam inci atau meter. Contoh: 42″, 44″, 58″, 60″. Lebar kain menentukan seberapa banyak potongan kaos yang bisa didapatkan dari satu roll bahan.
4. Roll / Gelondongan
Roll adalah bentuk gulungan kain untuk pembelian dalam jumlah besar. Biasanya memiliki panjang 25 sampai 30 meter, tergantung jenis bahan dan pabrik pembuatnya. Pembelian full roll membuat harga kain jauh lebih hemat.
5. Yard / Meter – Satuan Pembelian
Kain bisa dibeli per yard atau meter. 1 yard = 0,91 meter. Supplier biasanya mencantumkan dua-duanya untuk memudahkan pembeli dengan kebutuhan berbeda.
6. Handfeel
Handfeel adalah penilaian tekstur kain saat disentuh:
Handfeel sangat penting untuk menentukan apakah sebuah bahan terasa “mewah” atau tidak.
7. Breathable
Istilah ini mengacu pada kemampuan kain “bernapas” atau memiliki aliran udara yang baik. Cotton Combed dan Cotton Bamboo adalah contoh bahan yang sangat breathable sehingga cocok untuk iklim tropis.
8. Shrinkage (Susut Kain)
Shrinkage adalah tingkat penyusutan kain setelah dicuci. Bahan seperti CVC dan polyester memiliki shrinkage lebih rendah dibanding bahan kapas murni. Memahami shrinkage membantu kamu menentukan ukuran kaos supaya setelah dicuci tidak berubah bentuk.
9. Spandex / Elastane
Serat yang memberikan sifat elastis. Ditambahkan ke bahan tertentu seperti rib leher, legging, atau kaos olahraga agar lebih fleksibel dan mengikuti bentuk tubuh.
10. Fleece / Baby Terry
Dua istilah bahan populer untuk hoodie dan sweater.
- Fleece → bagian dalam berbulu lembut, hangat
- Baby Terry → bagian dalam berbentuk loop, lebih ringan dan tidak sepanas fleece
Keduanya sering digunakan untuk produk outerwear.
11. Dyeing (Pewarnaan Kain)
Proses pemberian warna pada kain. Ada berbagai metode dyeing yang memengaruhi ketahanan warna (tidak mudah pudar) dan tampilan akhir kain.
12. Rib
Kain elastis yang biasanya digunakan untuk bagian kerah, pergelangan tangan, atau pinggang hoodie. Rib dengan campuran spandex lebih awet dan tidak cepat melar.
Toko bahan kaos dan sweater Kharisma Textile Bandung
Jalan Otista 135, Bandung
Toko Kain Kaos dan Sweater Kharisma Textile Surabaya
Jalan Raya Nginden 68, Surabaya





